Minggu, 21 Mei 2017

Quiz 8 Minggu ke-11. Fungsi para Executive dan Director pada suatu perusahaan multi nasional dan perbedaan dengan perusahaan yang berskala kecil atau regional.


Para eksekutif tingkat tertinggi pada perusahaan multinasional biasanya disebut “C-level” atau bagian dari “C-suite”, mengacu pada 3 huruf inisial dimulai dengan “C” dan berakhir dengan “O”. Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Berikut adalah nama jabatan eksekutif manajemen puncak:

-       CEO (Chief Executive Office) adalah jabatan tertinggi di suatu perusahaan dan mempunyai tugas untuk memimpin suatu perusahaan dan bertanggung jawab untuk kestabilan perusahaan tersebut.

-       CFO (Chief Financial Officer) adalah petugas perusahaan yang bertanggung jawab untuk mengelola risiko keuangan perusahaan. Petugas ini juga bertanggung jawab untuk perencanaan keuangan dan pencatatan, serta pelaporan keuangan untuk manajemen yang lebih tinggi.

-        COO (Chief Operating Officer) adalah petugas perusahaan yang bertanggung jawab untuk operasi harian perusahaan dan secara rutin melapor pada CEO dan President Director atau Vice President. Fungsi operasional ini bisa bermakna luas sehingga CEO dan President pun bisa disebut bagian dari COO.

-       CTO (Chief Technology Officer) adalah tingkat eksekutif di sebuah perusahaan yang difokuskan pada isu-isu ilmiah dan teknologi dalam sebuah organisasi. Biasanya berfungsi mengawasi kegiatan Penelitian dan Pengembangan (R & D), dan merumuskan visi jangka panjang dan strategi pada tingkat pejabat. Mereka menggabungkan teknis dan ilmiah yang kuat untuk keterampilan pengembangan bisnis.

-     CMO (Chief Marketing Officer) adalah petugas eksekutif perusahaan yang bertanggung jawab untuk kegiatan pemasaran dalam sebuah organisasi. Petugas ini juga harus sering memberikan laporannya pada CEO.

Perbedaan tingkatan manajer dalam perusahaan:
-       Manejemen lini pertama (first-line management), dikenal pula dengan istilah manajemen operasional, merupakan manajemen tingkatan paling rendah yang bertugas memimpin dan mengawasi karyawan non-manajerial yang terlibat dalam proses produksi. Mereka sering disebut penyelia (supervisor), manajer shift, manajer area, manajer kantor, manajer departemen, atau mandor (foreman).

-      Manajemen tingkat menengah (middle management) mencakup semua manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak dan bertugas sebagai penghubung antara keduanya. Jabatan yang termasuk manajer menengah di antaranya kepala bagian, pemimpin proyek, manajer pabrik, atau manajer divisi.

-   Manajemen puncak (top management), dikenal pula dengan istilah executive officer, bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum dan mengarahkan jalannya perusahaan. Contoh top manajemen adalah CEO (Chief Executive Officer), CIO (Chief Information Officer), dan CFO (Chief Financial Officer).

Referensi :

Senin, 15 Mei 2017

Quiz 7, Minggu ke-10. Pengertian, Tujuan, Manfaat Manajemen Risiko



Pengertian Manajemen Risiko

Secara sederhana pengertian manajemen risiko adalah pelaksanaan fungsi-fungsi manajemen dalam penanggulangan risiko, terutama risiko yang dihadapi oleh organisasi/perusahaan, keluarga dan masyarakat. Jadi, manajemen risiko mencakup kegiatan merencanakan, mengorganisir, menyusun, memimpin/mngoordinir dan mengawasi (termasuk mengevaluasi) program penanggulangan risiko.

Dengan demikian, program manajemen risiko mencakup tugas-tugas:
  1. mengidentifikasi risiko-risiko yang dihadapi,
  2. mengukur atau menentukan besarnya risiko tersebut,
  3. mencari jalan untuk menghadapi atau menanggulangi risiko,
  4. selanjutnya menyusun strategi untuk memperkecil ataupun mengendalikan risiko,
  5. mengoordinir pelaksanaan penanggulangan risiko,
  6. serta mengevaluasi program penanggulangan risiko yang telah dibuat.
Menurut Smith : 1990, manajemen risiko didefinisikan sebagai proses identifikasi, pengukuran, dan kontrol keuangan dari sebuah risiko yang mengancam aset dan penghasilan dari sebuah perusahaan atau proyek yang dapat menimbulkan kerusakan atau kerugian pada perusahaan tersebut. Dengan kata lain, manajemen risiko adalah suatu cara dalam mengorganisir suatu risiko yang akan dihadapi baik itu sudah diketahui maupun yang belum diketahui atau yang tak terpikirkan yaitu dengan cara memindahkan risiko kepada pihak lain, menghindari risiko, mengurangi efek negatif risiko, dan menampung sebagian atau semua konsekuensi risiko tertentu. Manajemen risiko juga bisa disebut suatu pendekatan terstruktur dalam mengelola ketidakpastian yang berkaitan dengan ancaman. Oleh karena itu, melalui manajemen risiko, diharapkan kerugian yang ditimbulkan dari ketidakpastian dapat dikurangi bahkan dihilangkan untuk kelangsungan kegiatan di bidangnya.

Tujuan
Konsep manajemen risiko mulai diperkenalkan di bidang keselamatan dan kesehatan kerja pada era tahun 1980-an setelah berkembangnya teori accident model dari ILCI dan juga semakin maraknya isu lingkungan dan kesehatan. Tujuan dari manajemen risiko adalah minimisasi kerugian dan meningkatkan kesempatan ataupun peluang. Bila dilihat terjadinya kerugian dengan teori accident model dari ILCI, maka manajemen risiko dapat memotong mata rantai kejadian kerugian tersebut, sehingga efek dominonya tidak akan terjadi. Pada dasarnya manajemen risiko bersifat pencegahan terhadap terjadinya kerugian maupun ‘accident’.

Manfaat Manajemen Resiko
1.      Kemampuan dalam Mengidentifikasi Resiko
Ketika kita hendak memutuskan sebuah keputusan penting baik yang berhubungan dengan keuangan ataupun tidak, kita sebaiknya berpikir mengenai resiko yang mungkin muncul sebagai dampak dari keputusan tersebut. Pada dasarnya, ketika kita melakukan hal ini, kita telah menerapkan pengetahuan mengenai manajemen resiko itu sendiri. Dengan mengidentifikasi resiko yang mungkin muncul, minimal kita akan lebih siap dalam menghadapi resiko tersebut. Misalnya, ketika kita ingin membeli sebuah mobil bekas, kita sebaiknya mampu mengidentifikasi bagian mana yang beresiko mengalami kerusakan sehingga kita harus bersiap untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

2.      Kemampuan dalam Mengukur Resiko
Salah satu manfaat manajemen resiko selain kemampuan dalam mengidentifikasi resiko adalah mengukur resiko yang mungkin kita hadapi. Maksud dari pengukuran ini adalah seberapa besar kerugian ataupun kerusakan yang kita dapatkan sebagai konsekuensi dari keputusan yang telah kita ambil. Contohnya, ketika kita hendak membeli sebuah mobil bekas, kita dapat mengukur perkiraan biaya perbaikan berdasarkan kondisi riil dari mobil tersebut sebagai resiko dari pembelian. Atau, kita dapat mengukur berapa kerugian yang harus kita tanggung jika kita memutuskan untuk menjualnya kembali setelah proses perbaikan tersebut berdasarkan harga di pasaran.

3.      Kemampuan Mengontrol Resiko
Dengan kemampuan dalam manajemen resiko yang baik, kita dapat mengontrol resiko tersebut agar tidak membawa dampak yang lebih buruk. Kontrol ini tentu tidak dapat dilepaskan dari dua hal yang telah disebutkan sebelumnya, yaitu identifikasi dan pengukuran. Merujuk pada contoh yang sama, kita bermaksud menjual mobil yang telah kita beli. Setelah diukur, potensi kerugian dapat ditekan jika kita melakukan perbaikan atas kerusakan yang terjadi. Jika demikian, kita dapat mengontrol resiko tersebut dengan melakukan perbaikan terlebih dahulu sebelum menjual mobil tersebut.
Satu hal yang paling penting terkait dengan manajemen resiko adalah setiap keputusan yang kita ambil tidak akan lepas dari konsekuensi, baik yang bersifat positif maupun negatif. Dengan kemampuan manajemen resiko, kita tentu dapat menghidar dari munculnya permasalahan baru yang mungkin lebih besar dan rumit. Oleh karena itu, manajemen resiko harus didasarkan pada pemikiran yang logis, bukan keputusan emosional.

Referensi :

Forum 7, Minggu ke-10. Implementasi Risk Management Pada Perusahaan PT. Gudang Garam, Tbk



MANAJEMEN RISIKO GUDANG GARAM, Tbk

Risiko keuangan

untuk menghindari risiko gejolak nilai tukar valuta asing, Perseroan mempertahankan kebijakan untuk melakukan pendanaan dalam Rupiah. Risiko nilai tukar valuta asing terjadi dari waktu ke waktu, khususnya saat dilakukan pengadaan peralatan/mesin dari luar negeri; dan dalam skala yang lebih kecil, dari pengadaan rutin bahan baku pembantu impor, misalnya filter, perasa, serta suku cadang. Risiko ini berjangka relatif pendek dan sebagian kecil dapat dikurangi dengan hasil penjualan ekspor dalam mata uang asing. dampak dari risiko nilai tukar valuta asing relatif kecil jika dibandingkan dengan skala keuangan Perseroan secara keseluruhan. Kebutuhan pendanaan terutama adalah untuk modal kerja, yang dipenuhi dari fasilitas pinjaman jangka pendek dari sejumlah bank lokal dan asing. Seluruh fasilitas pinjaman ditinjau setiap tahun dan dapat diperbaharui dengan persetujuan kedua belah pihak. Jumlah dan periode pinjaman disesuaikan dengan kebutuhan pendanaan dan kondisi pasar uang. Periode bunga pinjaman pada umumnya adalah 1 hingga 6 bulan dan pada akhir periode, Perseroan memiliki opsi untuk memperpanjang atau melunasi pinjaman tersebut. Perseroan menghadapi risiko pergerakan suku bunga di pasar karena suku bunga untuk setiap pinjaman ditetapkan pada tanggal penarikan dan perpanjangan pinjaman tersebut. Risiko pasokan Perseroan memiliki tingkat persediaan yang memadai untuk memperkecil dampak yang mungkin ditimbulkan oleh naik turunnya ketersediaan bahan baku di pasar. Kondisi cuaca dapat mempengaruhi hasil panen bahan baku utama yaitu tembakau dan cengkeh. Pengadaan bahan baku setiap tahun dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas, kuantitas, harga, dan tingkat persediaan Perseroan. Tujuan yang ingin dicapai Perseroan adalah stabilitas kualitas dan biaya bahan baku. hasil panen tembakau dan tingkat persediaan tahun lalu berjalan sesuai perkiraan.

Risiko piutang

Piutang Perseroan pada umumnya berjangka pendek kurang dari sebulan dan tersebar di sejumlah pelanggan yang ada di mata rantai distribusi, sehingga tidak terjadi konsentrasi yang tidak semestinya. Manajemen berkeyakinan bahwa semua piutang yang ada pada tanggal laporan keuangan dapat tertagih.

Perubahan peraturan dan risiko terkait

Perseroan menyadari akan adanya pengetatan dalam periklanan rokok yang dampaknya tentunya  akan dirasakan oleh semua produsen. Kami dengan tegas mendukung penjualan rokok secara  bertanggung jawab dan tidak membenarkan penjualan rokok kepada orang yang belum dewasa.  Kami percaya pembenahan yang kami lakukan di distribusi dan pemasaran akan mendukung  penjualan secara efektif dan memastikan produk kami selalu tersedia bagi konsumen dewasa dan layak untuk dikonsumsi. Pada bulan Juni 2014, peraturan pemerintah baru diberlakukan dimana produsen wajib mencantumkan gambar peringatan kesehatan pada kemasan rokok pada bagian atas kemasan sisi lebar bagian depan dan belakang masing-masing seluas 40%. Kami telah mematuhi peraturan tersebut. Pada desember 2015 diberlakukan pembatasan untuk promosi media dalam ruang bagi produsen rokok dan Gudang Garam akan mematuhi peraturan tersebut.Perseroan juga memantau dengan seksama perubahan ketentuan cukai pada industri rokok yang dapat berpengaruh pada operasi Perseroan dan penjualan produk rokok secara luas. Kami mempertimbangkan semua perubahan dengan cermat, dampak dari risiko ini tidak hanya relevan untuk Perseroan namun juga untuk industri rokok secara keseluruhan. Kami akan terus memantau perkembangan seputar rancangan dan perubahan peraturan pemerintah.

Pengawasan internal dan evaluasi sistem manajemen risiko

Pengawasan keuangan dan operasional (financial and operational control)merupakan bagian dari kegiatan usaha rutin di departemen terkait, dan sebagai unit yang melaksanakan fungsi pengawasan bagi Komite Audit sebagaimana ditetapkan dalam rencana kerja tahunan Komite Audit untuk mengkaji kepatuhan terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku. Pembahasan secara lebih rinci dapat dibaca pada bagian Tata Kelola Perusahaan pada laporan ini.Evaluasi sistem manajemen risiko merupakan bagian dari kegiatan rutin yang dilakukan oleh Audit Internal dan dilaporkan kepada Presiden direktur dan Komite Audit yang berada di bawah pengawasan dewan Komisaris. Efektivitas dan konsistensi kegiatan manajemen risiko serta tindak lanjut dari rekomendasi yang diusulkan merupakan bagian kesatuan dari proses ini.


Minggu, 07 Mei 2017

Quiz 6, Minggu ke-9. Bagaimanakah Sistem Audit dan Internal Control pada perusahaan saudara serta bagaimana pula Sisem Pengendalian Internal (SPI) nya.



Internal Audit PT.Gudang Garam Tbk

Tanggung jawab dan kewajiban Audit Internal diatur dalam sebuah charter sesuai dengan peraturan Otoritas Jasa Keuangan Indonesia/OJK berdasarkan Peraturan No.IX 1.7 dan Keputusan Ketua Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan Nomor: KEP-496/BL/2008 tentang Pembentukan dan Pedoman Penyusunan Piagam unit Audit Internal.

Tujuan:
Internal Audit berfungsi sebagai suatu aktivitas penilaian yang independen dalam Perseroan untuk membantu direksi dan Manajemen dalam melakukan observasi, evaluasi, penilaian serta memberikan rekomendasi dan pendapat/saran terhadap manajemen risiko, pengendalian internal, dan proses tata kelola perusahaan berdasarkan kajian yang independen dan objektif melalui pendekatan yang sistematis.

Ruang lingkup:
Menguji keandalan dan integritas informasi dan mengevaluasi ketaatan Perseroan terhadap hukum, peraturan perundang - undangan, dan kebijakan serta prosedur Perseroan yang berlaku. Mengidentifikasi setiap potensi efisiensi dan efektifitas biaya yang masih ada, mengamankan aset Perseroan dan menyakinkan pencapaian tujuan dan sasaran operasi atau program yang telah ditetapkan.

Wewenang:
Internal Audit melaksanakan tugasnya berdasarkan Rencana Tahunan Audit dan atau Penugasan Audit lainnya yang di setujui oleh Presiden direktur.

tanggung jawab:
Menyusun dan melaksanakan rencana Audit Internal tahunan secara independen dan objektif dengan tetap mengacu pada kebijakan Perseroan yang berlaku. Membuat laporan hasil audit dan menyampaikan laporan tersebut kepada Presiden direktur dan Komite Audit, serta menjaga kerahasiaan seluruh informasi, data, laporan, kertas kerja, proses rencana dan metode yang diperoleh sehubungan dengan pelaksanaan audit.


Sistem Pengendalian Internal (SPI)

-          Sistem Informasi Manajemen

Piranti Lunak Perencanaan Strategis ( Software ) PT. Gudang garam Tbk. dalam perkembangan operasional hariannya mengalami banyak kerumitan. Salah satu departemen yang mengalaminya adalah departemen logistik yang pekerjaan hariannya menyatukan data-data persediaan bahan baku, distribusi bahan baku, data produksi. data-data tersebut terkumpul pada akhir jam kerja, sehingga menyulitkan. Ini dilakukan dengan manual$ sehingga bisa dibayangkan sulitnya jika data-data tersebut terdiri dari ribuan data dan memerlukan proses yang lama. Masalah tersebut mendorong PT. Gudang garam Tbk. untuk membangun Teknologi Informasi. PT. Gudang garam  Tbk. berharap sistem teknologi informasi ini dapat memberikan manfaat bagi perusahaan tak hanya dalam jangka pendek, namun juga jangka panjang. PT. Gudang garam Tbk. memilih menggunakan  ERP (enterprise resource planning) dari oracle, SDLC (system development life cycle), phasing strategy. dengan adanya  Teknologi Informasi yang dibangun oleh PT. Gudang garam Tbk. ini perusahaan bisa menyelesaikan masalah yang ada serta mampu mengetahui apabila ada masalah yang muncul disetiap sektor atau bagian yang ada diperusahaan ini dengan cepat dan bisa menemukan jawaban dalam permasalahan tersebut serta mampu untuk segera memperbaikinya.
1. Penerapan ERP PT. Gudang Garam Tbk
penggunaan ERP dari Oracle itu mencakup hampir semua proses bisnis penting, mulai dari akuntansi dan keuangan, manufaktur, hingga pengadaan barang dan manajemen barang jadi. unit-unit bisnis dalam naungan PT. Gudang garam Tbk. juga menggunakan aplikasi yang dikembangkan sendiri untuk melengkapi solusi ERP. Strategi PT. Gudang Garam Tbk. lebih pada mengonsolidasikan sistem aplikasi yang ada  dan memberi respons pada permintaan bisnis yang baru. Misalnya, melakukan stardardisasi proses bisnis dengan mengimplementasi solusi ERP yang sama yang digunakan oleh PT. Gudang Garam Tbk. kepada semua unit bisnis.

-          Audit Sistem informasi manajemen
 berdasarkan tinjauan dan penerapan tahap audit terhada! pengendalian internal sistem informasi aplikasi persediaan pada PT Gudang Garam Tbk adalah bahwa :
1. internal control yang diterapkan di perusahaan sudah baik
2. management control, application control dan application software di perusahaan masih ditemukan beberapa kekurangan dan kelemahan yang terlu diperbaiki
3. dokumen yang mendukung proses persediaan cukup


Referensi :


Forum 6 Minggu ke-9. Apa Hubungan Dan Pengaruh Pada Materi Audit & Internal Control Dengan Business Ethics dan Good Corpaorete Governance



Setelah saudara mempelajari modul “Audit & Internal Control “ ini, apa hubungan atau pengaruh antara Business Ethics dan Good Corpaorete Governance

Audit Internal telah berkembang dari sekadar profesi yang hanya memfokuskan diri pada masalah-masalah teknis akuntansi menjadi profesi yang memiliki orientasi memberikan jasa bernilai tambah bagi manajemen, dengan pusat perhatian pada penilaian atas keakuratan angka-angka keuangan. Namun saat ini audit internal telah memisahkan diri menjadi disiplin ilmu yang berbeda dengan pusat perhatian yang lebih luas. Audit internal modern menyediakan jasa-jasa yang mencakup pemeriksaan dan penilaian atas kontrol, kinerja, risiko, dan tata kelola (governance) perusahaan publik maupun privat. Aspek keuangan hanyalah salah satu aspek saja dalam lingkup pekerjaan audit internal. Dulunya auditor pernah dianggap sebagai “lawan” pihak manajemen, sekarang auditor internal mencoba menjalin kerja sama yang produktif dengan klien melalui aktivitas-aktivitas yang memberikan nilai tambah bagi perusahaan.

Ancaman terhadap posisi saing perusahaan baik yang muncul dari faktor-faktor lingkungan eksternal maupun faktor-faktor lingkungan internal merupakan risiko yang dihadapi oleh setiap perusahaan. Kemampuan untuk memperoleh laba dan kemampuan untuk bertahan suatu perusahaan sangat ditentukan oleh kualitas dalam pengelolaan risiko tersebut. Perancangan dan implementasi Sistem Internal Control Berbasis COSO yang mampu mengelola risiko-risiko bisnis secara terintegrasi pada dasarnya merupakan bagian dari upaya seluruh komponen perusahaan di bawah komando Dewan Direksi dalam mengelola perusahaan (corporate governance), atau dengan kata lain pengelolaan perusahaan yang baik (good corporate governance) sangat dipengaruhi oleh apakah system pengendalian intern yang dirancang telah mampu mengelola risiko-risiko bisnis secara memadai. GCG memberikan norma-norma dasar yang dapat dikembangkan kemudian oleh masing-masing perusahaan yang harus dipatuhi oleh manajemen dalam mengelola perusahaan.
Internal Control adalah suatu proses, melibatkan board of director, manajemen, komite audit, internal audit dan seluruh anggota organisasi dan memiliki tiga tujuan utama, yaitu: efektivitas dan efisiensi operasi, mendorong kehandalan laporan keuangan dan dipatuhi hukum dan peraturan yang ada.”
Good Corporate governance pada dasarnya merupakan suatu sistem (input, proses, output) dan seperangkat peraturan yang mengatur hubungan antara berbagai pihak yang kepentingan (stakeholders) terutama dalam arti sempit hubungan antara pemegang saham, dewan komisaris, dan dewan direksi demi tercapainya tujuan perusahaan. GCG dimasukan untuk mengatur hubungan-hubungan ini dan untuk memastikan bahwa kesalahan-kesalahan yang terjadi dapat diperbaiki dengan segera, Atau Corporate governance merupakan suatu sistem terpadu yang saling berkaitan antara pihak berkepentingan yang dapat menghasilkan tata kelola perusahaan yang baik bagi perusahaan itu sendiri sehingga mendapatkan keuntungan yang diharapkan bagi perusahaan. Good Corporate Governance dihasilkan dari sebuah kerjasama yang baik antara pihak manajemen dan akuntan.
Maka dari itu audit internal dan internal control yang efektif dapat memberikan kepercayaan sehingga dapat meningkatkan kinerja perusahaan. Demi kepentingan pemegang saham maka perusahaan perlu memastikan kepada mereka bahwa dana-dana tersebut digunakan secara tepat dan seefisien mungkin serta memastikan bahwa manajemen bertindak yang terbaik untuk kepentingan perusahaan. Kepastian itu diberikan oleh sistem corporate governance.

Referensi : 
Narimawati Umi. Fungsi Audit Internal Dalam Pengendalian Internal Dan Pelaksanaan Good Corporate Governance Pada Bank BUMN. Universitas Komputer Indonesia.

Quiz 10, Minggu ke-13. Contoh kasus korupsi dan penipuan serta bagaimana cara perusahaan mengatasinya?

Inilah adalah contoh kasus korupsi dan penipuan yang dilakukan Melinda dee. Melinda adalah seorang karyawan di citibank dengan jabatan ...